Pages Navigation Menu

TNKS MASUK DAFTAR SITUS WARISAN DUNIA DENGAN STATUS TERANCAM (In Danger).

TNKS MASUK DAFTAR SITUS WARISAN DUNIA DENGAN STATUS TERANCAM (In Danger).

Berdasarkan UNESCO Siaran Pers No.2011-84, yang dikeluarkan pada tanggal 22 Juni 2011. Pertemuan World Heritage Committee di UNESCO di Paris  menghasilkan kesepakatan Committee,   sepakat untuk Tropical Rainforest Heritage of Sumatera/TRHS (TN-Kerinci Sebelat, TN-Gunung Leuser, TN-Bukit Barisan Selatan)  masuk daftar situs warisan dunia dengan status In Danger  (terancam).

Barlian, Koordinator Jaringan Akar. Mengatakan status ini (In Danger) salah satu bukti kegagalan Negara menjaga kawasan yang menjadi penyangga kehidupan manusia, dan menjadi bukti telah bertambah potensi bencana di wilayah ini. Kerusakan hutan akan menimbulkan berbagai potensi bencana, lonsor, banjir, kekeringan hingga bencana kelaparan.

Barlain menambahkan, Taman Nasional Kerinci Sebelat merupakan kawasan hutan konservasi  yang memanjang   di bagian tengah sisi barat pulau Sumatera. Kawasan konservasin hujan Trofis  ini masuk daftar situs warisan dunia sejak tahun 2004.  Ditempatkan sebagai kawasan yang masuk daftar terancam ini, harapan kita  dapat membantu kita mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh perburuan, penebangan liar, perambahan pertanian, dan rencana untuk membangun jalan dalam kawasan.

Hasil kajian   Jaringan Akar di kawasan TNKS  di empat propinsi ancaman kerusakan hutan ini antaralain;   pembukaan jalan dalam taman nasional, usulan konsesi pertambangan dan alih fungsi dan status kawasan.  Selain itu masih banyak juga aktifitas yang berjalan secara acak, seperti penebangan kayu, pembukaan lahan dan perburuan satwa.

Kebutuhan kayu  masyarakat dan untuk penjualan, dampak dari kerusakan hutan produksi dan menipisnya cadangan cadangan kayu di kawasan hutan produksi lahan masyarakat,  sehingga pemenuhan kayu kualitas ekspor seperti meranti diambil dari taman nasional. Jalan utama lalu lintas kayu adalah sungai yang hulunya dalam TNKS  dan jalan-jalan yang telah dirintis baik kelompo masyarakat maupun pemerintah daerah.

Kita berharap status Taman Nasional yang ditetapkan sebagai kawasan Terancam (In Danger)  berdampak postitif untuk kelestarian TNKS bukan malah menjadi tonggak awal kerusakan bahkan punanya kawasan yang menjadi  paru-paru dunia dan sumber mata-air penduduk sekitarnya.

Sumber : www.genesisbengkulu.org.  (28 Juni 2012)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>