Pages Navigation Menu

Satwa

Akar Network: Habitat Gajah Sumatera Terus Menyusut

Posted by on Feb 21, 2017 in Berita, Featured, Kliping Media, Satwa | 0 comments

Akar Network: Habitat Gajah Sumatera Terus Menyusut

Bengkulu – Koordinator Program Aliansi Konservasi Alam Raya (AKAR) Network Ali Akbar menyebutkan, habitat satwa langka gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di hutan Bengkulu terus menyusut sehingga konflik manusia dengan gajah semakin tak terhindarkan. “Konflik semakin sering terjadi karena habitat gajah terus menyempit dan terakhir kemunculan gajah liar di Desa Gajah Makmur mulai meresahkan warga,” kata Ali, merilis hasil investigasi Akar Network di Bengkulu, Jumat. Investigasi yang dilakukan tim Akar Network...

read more

47 Gajah Liar Dekati Pemukiman, Warga Mukomuko Resah

Posted by on Feb 21, 2017 in Berita, Featured, Kliping Media, Satwa | 0 comments

47 Gajah Liar Dekati Pemukiman, Warga Mukomuko Resah

  Bengkulu - Kawanan gajah liar Sumatra memasuki kawasan dekat pemukiman warga Desa di sekitar Hutan Produksi Terbatas Air Rami Kabupaten Mukomuko Bengkulu. Kawanan gajah liar berjumlah 47 ekor itu terbagi dalam dua kelompok besar. Satu kelompok berjumlah 17 ekor bahkan sudah merusak kebun sawit milik kelompok petani di Desa Gajah Makmur, Kecamatan Malin Deman dan memakan ujung pohon yang sudah berumur lebih dari 3 tahun. Koordinator kelompok pelestarin lingkungan AKAR Nerworking Ali Akbar mengatakan, mereka bersama masyarakat berupaya...

read more

TAPIR KORBAN KONFLIK SATWA DIOBATI DAN DILEPAS LIARKAN.

Posted by on Jun 20, 2016 in Berita, Featured, Resolusi Konflik, Satwa, TNKS | 0 comments

TAPIR KORBAN KONFLIK SATWA DIOBATI DAN DILEPAS LIARKAN.

Solok Selatan, 15 Mei 2016. Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan, Nomor : P. 48 /Menhut-II/2008 tentang pedoman penanggulangan konflik antara manusia dan satwa liar. Konflik Manusia dan Satwa  adalah segala interaksi antara manusia dan satwa liar yang mengakibatkan efek negatif bagi manusia maupun satwa liar. pada kondisi tertentu konflik tersebut dapat merugikan semua pihak yang berkonflik, konflik yang terjadi  cendrung menimbulkan dampak negatif. Konflik terjadi karena adanya ganguan (pemburu, jerat) terhadap satwa, pembukaan kawasan...

read more

Pegiat bersihkan jerat burung di Kerinci Seblat

Posted by on Jan 29, 2015 in Berita, Featured, Satwa | 0 comments

Pegiat bersihkan jerat burung di Kerinci Seblat

  Pegiat lembaga swadaya masyarakat Genesis Bengkulu membersihkan puluhan jerat burung di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). “Hasil investigasi tim kami selama lima hari di kawasan TNKS, banyak jerat burung langka dilindungi seperti rangkong dan kuaw,” kata Direktur Yayasan Genesis Bengkulu, Barlian, di Bengkulu, Rabu. Ia mengatakan burung rangkong atau enggang termasuk burung langka yang dilindungi menurut Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Kawasan TNKS yang berada...

read more

ICS Melakukan Penanggulangan Konflik Satwa Beruang di Solok Selatan

Posted by on Nov 26, 2014 in Berita, Satwa | 0 comments

ICS Melakukan Penanggulangan Konflik Satwa Beruang di Solok Selatan

Solok Selatan. Januari 2014. Konflik Manusia dan Satwa Liar adalah segala interaksi antara manusia dan satwa liar yang mengakibatkan efek negatif bagi manusia maupun satwa liar,  pada kondisi tertentu konflik tersebut dapat merugikan semua pihak yang berkonflik, konflik yang terjadi  cendrung menimbulkan sikap negatif. Konflik terjadi karena adanya ganguan   terhadap satwa, pembukaan kawasan hutan untuk berbagai keperluan   serta adanya ganguan terhadap satwa mangsa seperti rusa, kijang, tranggiling dan sebagainya. Konflik manusia dan satwa...

read more

Raja Hutan Yang Terus Diburu

Posted by on Nov 26, 2014 in Berita, Satwa | 0 comments

Raja Hutan Yang Terus Diburu

Solok Selatan, 12 September 2013 Institutions Con­cervations Society (ICS), sa­lah satu Lembaga yang peduli ter­ha­dap penyelamatan kawasan hutan di kabupaten solok selatan – sumatera barat. Salah satu bentuk kepedulian yang ditunjukan ICS yaitu dengan berperan aktif dalam melakukan patroli di dalam dan sekitar kawasan TNKS. Patroli yang dilakukan melibatkan masyarakat lokal dan aparat pengamanan hutan atau yang disebut dengan patroli kolaboratif. Kegiatan patroli kolaboratif bulan Agustus 2013 dilaksanakan di kawasan hutan TNKS ( Taman...

read more

MENYELAMATKAN SATWA TERAKHIR DENGAN PELATIHAN DOKTER DAN PARAMEDIS SATWA LIAR

Posted by on Oct 28, 2014 in Berita, Featured, Release, Satwa | 0 comments

MENYELAMATKAN SATWA TERAKHIR DENGAN PELATIHAN DOKTER DAN PARAMEDIS SATWA LIAR

Bukit Tinggi, 07 September 2014.   Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan  Nomor : P. 48 /Menhut-II/2008 tentang   Pedoman Penanggulangan Konflik Antara Manusia Dan Satwa Liar. Konflik manusia dan satwa liar adalah segala interaksi antara manusia dan satwa liar yang mengakibatkan efek negatif kepada kehidupan sosial manusia, ekonomi, kebudayaan, dan pada konservasi satwa liar dan atau pada lingkungannya. Sedangkan yang dimaksud satwa Liar adalah semua binatang yang hidup di darat, dan atau di air, dan atau di udara yang masih mempunyai...

read more

TAPIR SUMATERA TERJERAT DI HUTAN ADAT GUGUK

Posted by on Oct 28, 2014 in Berita, Featured, Hutan, Satwa | 0 comments

TAPIR SUMATERA TERJERAT  DI  HUTAN ADAT GUGUK

Merangin, 28 September 2014. JERAT HARIMAU TELAN KORBAN TAPIR DI  HUTAN ADAT GUGUK KABUPATEN MERANGIN JAMBI. Kawasan hutan Adat Guguk di Desa Guguk Kecamatan Renah Pembarap Kabupaten Merangin Propinsi Jambi  memiliki potensi kekayaan alam yang cukup besar termasuk satwa langka.  Kawasan ini termasuk  dalam kelompok HutanProduksi Batang Nilo yang telah ditetapkan dan dikelola secara hukum adat. Hutan adat Desa Guguk memiliki luasan sekitar  690 Ha berada di Kecamatan Renah Pembarap   dan   merupakan salah satu hutan penyangga TNKS (Taman...

read more

HARIMAU TERKAM DUA EKOR KERBAU DI PUNGGUK MUDIK

Posted by on Jan 9, 2014 in Berita, Featured, Satwa | 0 comments

HARIMAU TERKAM DUA EKOR KERBAU DI PUNGGUK MUDIK

Sungai Penuh. 05 Januari 2013. Harimau Sumatra (Phantera Tigris Sumatrae) merupakan salahsatu satwa liar dilindungi karena keberadaannya yang telah langka dan menjadi satwa penting dalam keseimbangan ekosistim alam. Salah satu habitat alami satwa ini adalah taman nasional kerinci sebelat, kawasan hutan konservasi yang terdapat dalam empat propinsi, jambi, Sumatera barat, sumatera selatan dan Bengkulu. Kerusakan habitat dan tingginya perburuan satwa yang menjadi mangsa harimau telah mendorong timbulnya konflik antara manusia dan satwa ini....

read more