Pages Navigation Menu

MENYELAMATKAN SATWA TERAKHIR DENGAN PELATIHAN DOKTER DAN PARAMEDIS SATWA LIAR

MENYELAMATKAN SATWA TERAKHIR DENGAN PELATIHAN DOKTER DAN PARAMEDIS SATWA LIAR

Bukit Tinggi, 07 September 2014.

 

Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan  Nomor : P. 48 /Menhut-II/2008 tentang   Pedoman Penanggulangan Konflik Antara Manusia Dan Satwa Liar. Konflik manusia dan satwa liar adalah segala interaksi antara manusia dan satwa liar yang mengakibatkan efek negatif kepada kehidupan sosial manusia, ekonomi, kebudayaan, dan pada konservasi satwa liar dan atau pada lingkungannya.

Sedangkan yang dimaksud satwa Liar adalah semua binatang yang hidup di darat, dan atau di air, dan atau di udara yang masih mempunyai sifat-sifat liar, baik hidup bebas maupun yang dipelihara manusia. Kusus di wilayah penyangga Taman Nasional Kerici sebelat, berberapa satwa liar yang sering berkonflik dengan manusia antaralain, Gajah, Harimau, Beruang, Badak dan Rusa.

Pada bulan Desember 2013, di Desa Pungut Mudik Kecamatan Kecamatan Air Hangat Timur  Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi terjadi konflik satwa,  Harimau menerkam dua ekor  kerbau   sehingga terenak tersebut luka dan mati.

Berpijak dari pengalaman dan kondisi tersebut, Akar Network  merasa penting meningkatkan kapasitas tim dan petugas dokter hewan di lokasi rawan konflik satwa liar,  sehingga, jika terjadi konflik yang mengakibatkan satwa luka atau ternak luka dapat segera dilakukan pertolongan dan pengeobatan.

Supintri Yohar, Koordinator Akar Netwok mengatakan, tingginya potensi konflik antara satwa dan manusia disekitar Taman nasional Kerinci Sebelat  mendorong kita untuk melakukan pelatihan Dokter Hewan dan Paramedis satwa. Kegiatan pelatihan dilakukan di Taman Margasatwa dan Budaya Kinatan Bukit Tinggi dengan dukungan BKSDA (Badan Konservasi Sumberdaya Alam) Sumatera Barat.

Sebagai narasumber dalam pelatihan ini drh. Wisnu Wardana   drh Erni Suyanti. Sedangkan peserta pelatihan yang mencapai 30 orang berasal dari paramedis satwa Taman Margasatwa dan Budaya kinatan, paramedis satwa BKSDA Sumbar, dokter hewan dari Merangin, Kerinci, Solok Selatan, Limapuluh Koto, Pasaman, Bukittinggi, Jambi,  dan Mukomuko.

Pelatih, drh. Erni Suyanti menjelaskan  teknik-teknik wildlife rescue; antaralain memahami Perlengkapan standard, teknik pembiusan, dosis pembiusan,  perlakuan dan pasca pembiusan. Dokter hewan dan paramedis satwa harus melakukan tindakan cepat dan tepat, harus memahami kondisi lingkungan dan satwa sehingga penanganan yang dilakukan tidak membahayakan satwa.

Dalam pelatihan ini kita mendapat dukungan dari Taman Margasatwa dan Budaya Kinatan, pihak taman memberikan dukungan peralatan, tempat dan bahan praktek, bahkan memfasilitasi untuk menggunakan satu ekor harimau untuk bahan praktek.

 

Kita berharap dengan dilakukannya pelatihan ini semakin banyak dokter hewan dan paramedis yang dapat terlibat dalam penanganan konflik satwa, termasuk pengobatan satwa yang luka akibat perburuan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>