Pages Navigation Menu

BANYAK SAMPAH DI GUNUNG KERINCI, AKIBAT KURANGNYA KESADARAN PENGUNJUNG.

BANYAK SAMPAH DI GUNUNG KERINCI, AKIBAT KURANGNYA KESADARAN PENGUNJUNG.

Akar Network. (Sungai Penuh. 30 Juni 2014).

Gunung Kerinci ( Kerintji),  dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura.  Gunung ini adalah gunung tertinggi di Sumatra.

Gunung Kerinci terletak di dekat perbatasan Provinsi Sumatera Barat dan Jambi, yang secara administratif sebagian kaki gunung masuk Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Kerinci. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra.

Gunung Kerinci memiliki kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air yang berwarna hijau. Di sebelah timur terdapat danau Bento, rawa berair jernih tertinggi di Sumatera. Di belakangnya terdapat gunung tujuh dengan kawah yang sangat inda.

Puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 mdpl, dari puncak dapat dilihat di kejauhan membentang pemandangan indah Kota Jambi, Padang, dan Bengkulu. Bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas.

Gunung Kerinci berbentuk kerucut dengan lebar 13 km (8 mil) dan panjang 25 km (16 mil), memanjang dari utara ke selatan. Pada puncaknya di sisi timur laut terdapat kawah sedalam 600 meter (1.969 kaki) berisi air berwarna hijau. Hingga sekarang, kawah yang berukuran 400 x 120 meter ini masih berstatus aktif.

Keindahan dan keunikan gunung kerinci menjadi daya tarik tersendiri, terutama keindaan alam dan kesejukan iklimnya. Kondisi ini menarik banyak pengunjung baik dari lokal, wisatawan nasional maupun dari internasional.

Banyaknya pengunjung yang mendaki dan menikmati keindahan Gunung Kerinci disisi lain telah menimbulkan dampak yang sukup serius. Pengunjung seringkali membuang sampah sembarangan di jalan-jalan pendakian maupun di lokasi perkemahan.

Roma Indra Akmaldin,  Pencinta Alam Hijau Conservation  mengatakan, kami baru saja mendaki tanggal 25 Juni 2014 yang lalu, kami menemukan banyak sampah berserakan di Gunung Kerinci. Misalnya di salter 3 Gunung Kerinci ditemukan berbagaimacam sampah, mulai dari sampah palstik, sampah kertas maupun kaleng. Sampah-sampah ini berasal dari bekas bungkus makanan dan minuman yang dibawa oleh pengunjung.

Hendra Saputra dari Lembaga Tumbuh Alami, menjelaskan pendakian yang mereka lakukan belumlama ini diikuti oleh berberapa lembaga pencinta alam, antaralain, Hijau Conservation, KBC, KPA Kapahara, Mapala Buana Sakti dan LTA. Saat pendakian tersebut kami melakukan kegiatan bersih gunung dangan mengumpulkan dan membakar sampah palastik di wilayah selter 3.

Kita menghimbau, pengunjung Gunung Kerinci agar menjaga kebersihan dan keindahan gunung,  sehingga Gunung Kerinci tetap  sehat dan lestari tidak dicemari oleh sampah.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>