Pages Navigation Menu

AKAR NETWORK MENGADAKAN WORKSHOP TENTANG PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG

AKAR NETWORK MENGADAKAN  WORKSHOP TENTANG  PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG

Sungai Penuh – 05 Desember 2013.

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 26 tahun 2007  tentang Penataan Ruang,  Penyelenggaraan penataan ruang bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah  yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Menjamin terwujudnya keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan, serta mencegahan dampak negatif  yang timbul akibat pemanfaatan ruang.

Sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan  penatan ruang di Kabupaten / Kota  sekitar kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat,  Akar Network  bekerjasama dengan Bappeda Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi melakukan kegiatan Workhsop rencana tata ruang wilayah untuk meningkatkan pemahaman dalam melakukan penataan ruang yang optimal dengan  memperhatikan daya dukung lingkungan.  Dilakukan di Sungai Penuh 05 Desember 2013.

Supintri Yohar,  Koordinator Akar Netwok menggatakan, tujuan dari workhsop ini adalah meningkatkan pemahaman  dalam melakukan pemanfaatan ruang yang optimal  dengan   memperhatikan daya dukung lingkungan. Menginisiasi terbangunnya kerjasama antar pemangku kepentingan agar dapat bersenergi dalam mengendalikan pemanfaatan ruang. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Akar Network, Bappeda Kerinci dan Program TFCA-Sumatera.

Lebih lanjut disampaikannya peserta workhsop ini antaralain dari Kehutanan, Bappeda, KPH,  kabupaten Merangin, Solok Selatan, Kerinci, Sungai Penuh dan Mukomuko, BKSDA Bengkulu, Sumatera Barat  serta dari Balai Besar Taman Nasional Kerinci Sebelat.  Selain itu hadir juga Lembaga suadaya masarakat yang aktif dibidang lingkunag di empat Propinsi di sekitar kawasan TNKS.  KKI Warsi, LTB Merangin, Perak Kerinci, LTA Kerinci, KBC Kerinci,  ICS Solok Selatan dan Yayasan Genesis Bengkulu.

Mia Amalia, Phd,  dari  Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan Bappenas,  yang menjadi salah satu narasumber  menjelaskan,  dalam menyusun tata ruang daerah harus memperhatikan  Peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang ada, hal ini penting  agar tidak terjadi benturan dalam pelaksanaan aksi di lapangan.  Perundangan tersebut antara lain ;   Undang-undang No 26 Tahun 2007 tentang Penataan ruang, Undang-undang nomor  41 tahun  1999 tentang Kehutanan,  Undang-undang nomor  24 tahun 2007 tentang   Penanggulangan Bencana,   Undang-undang nomor  4 tahun 2009 tentang  Pertambangan Mineral dan Batu Bara dan lain-lain.

Ditambahkannya, dalam penyusunan atau evaluasi Rencana Pembangunan Daerah  harus didahului dengan Kajian Lingkungan Hidup Strategis, yaitu serangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh dan partisipatif  guna  memastikan bahwa kaidah pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan  atau kebijakan pembangunan daerah.

kegiatan di Sungai Penuh (5 Desember 2013)

H. Zulfahmi. S, SH, MM,  Sekda Kabupaten Kerinci dalam sambutan pembukaannya menyampaikan, Kabupaten Kerinci telah memiliki perencanaan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah)  yang ditetapkan melalui Perda Nomor 24 tahun 2012.  Penataan ruang wilayah Kabupaten Kerinci bertujuan untuk mewujudkan Kabupaten sejahtera berbasiskan pada sumberdaya alam, dan infrastruktur yang layak dan terpadu, dengan memperhatikan kawasan konservasi dan rawan bencana.

Kegiatan wokshop sehari ini diisi oleh tiga narasumber ;   Mia Amalia, Phd dari Bappenas,  M. Yudi Agusrin Syahir dari  WWF Indonesia, dan Ir. David dari Balai Besar TNKS.   Wokshop   ini  kemudian ditutup dengan penandatanganan rekomendasi bersama. Berberapa poin rekomendasi antaralain,  Penataan ruang daerah  harus berbasis  kesiagaan dan mitigasi  bencana. Perencanaan tata ruang  daerah  dengan memperhatikan  penataan ruang  kawasan strategis nasional dan tata ruang pulau sumatera. Penataan ruang wilayah  dengan   mempertimbangkan  keseimbangan  sumberdaya buatan dan sumberdaya alam   serta  keseimbangan ekosistem dan peningkatan ekonomi.     Semoga kegiatan ini bermanfaat dan menjadi pendorong lahirnya kebijakan dan program pembangunan daerah berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>